Brooke White

Cuma American Idol (AI) 2008, kontes entertainer instan yang saya ikuti acaranya. Jangan bilang saya londo minded ya, sumpah saya gak niat kesitu. Saya suka semata-mata karena AI formatnya pas di otak saya. Kualitas vokalisnya bener-bener terseleksi, pengemasannya enggak njiji’i plus komentatornya berkarakter sesuai dengan peran masing-masing.

Randy Jackson berlakon sebagai bapak yang bijak, Paula Abdul si ibu yang supporting dan Simon Cowell si tukang nyinyir. Kata teman saya Momon, kalau mau tahu kualitas peserta AI cukup dengar aja apa kata Simon dan Paula. Kalo, Simon bilang cukup bagus berarti si peserta emang TOP BGT. Sedang kalo Paula bilang enggak oke berarti si peserta memang teramat menyedihkan.

Tapi saya tak hendak bicara kontes instan itu saat ini. Saya hanya ingin ngomongin soal satu orang saja, Brooke White. Dari 5 kontestan AI yang tersisa, 4 di antaranya (David Archuleta, David Cook, Jason Castro, Syesha Mercado) dianggap memenuhi kualifikasi suara emas, sementara 1 peserta yakni Brooke White, suaranya cenderung mencemaskan.

Mungkin skema ini bukan yang dimaui oleh Simon, tapi faktanya there she goes. Brooke White sukses mengkandangkan Carly Smithson, Michael Johns dan pujaan saya (…..ehm) – Ramiele Malubay – yang vokalnya relatif lebih meyakinkan, di babak-babak sebelumnya.

Mengapa bisa seperti itu? Jangan lupa AI ditentukan dari SMS pemirsa (Yang di Indonesia dieksploitasi dengan tarif premium). Mereka adalah swing voter. Jika dalam pemilu, jenis massa ini yang paling susah ditebak. Di luar omongan Simon ataupun Randy, swing voter punya kriteria-kriteria lainnya ketimbang sekadar urusan kecanggihan tehnik vokal.

Dan Brooke White, menurut saya, memenuhi aspek nonteknis tersebut. Cantik, rendah hati dan hangat. Lagipula musikalitasnya sebenarnya gak buruk-buruk amat. Profesinya sebagai the Nanny jelas menimbulkan simpati. Setidaknya ia akan dicap sosok yang penyayang. Hidupnya pun relatif bersih, baik dari alkohol hingga enggak nonton pilem bokep, sampai ia menikah. Bayangkan (bila benar pengakuannya) di lingkungan wild wild west Amrik, masih ada dara cantik yang seperti itu.

Pendek kata, dialah sisi sentimentil Amerika. Brooke White adalah sketsa ideal banyak orang tua Amerika seperti apa anak yang mereka harapkan. Saya curiga jangan-jangan mayoritas pemilih White, ya orang-orang tua ini. Jadi, biarpun vokalnya bukan yang terbaik, Brooke White tetaplah jadi pilihan, walau sedang tampil buruk sekalipun (seperti saat ia lupa lirik kemaren).

Toh penyanyi hebat tak harus punya suara bagus koq. Saya ingat waktu Bee Gees mampir ke Jakarta tempo hari, Kompas sempet menulis tentang Robin Gibb. Kata Kompas, Robin penyanyi bersuara kambing, apalagi kalau sedang menyanyikan Saved by the Bell.

Tinggal pertanyaannya, sampai berapa jauh Brooke White melangkah dalam AI 2008? Apakah sisi gelapnya – yang ingin dilihat Simon – akan terkuak di tengah lomba? Hmm, ya lihat saja nanti sama-sama. Saya sih gak nolak finalnya nanti David Archuleta vs Brooke White. Wong saya juga suka lihat yang bening-bening. Hehehe……

Iklan

8 Tanggapan

  1. la Kristy Lee Cook itu gimana mas, suara ecek-ecek terus tapi lolos sampai 7 besar.

    dugaanku sih, Brooke bakal lolos sampe top 4 hingga top 3

    tapi itu tergantung besok dia nyanyinya gimana 😛

  2. Jangan liat suaranya, tapi lebih ke bawah. Lee Cook itu biarpun suara ecek-ecek, tapi dadanya ck..ck..ck. Mungkin dia mewakili streotipe gadis sempurna Amerika. Bule, cakep, pirang, dada besar….(sorry ga maksud pelecehan lho)

  3. About Lee Cook, suaranya nggak ecek-ecek, coba deh putar ulang penampilan audisinya. Lee Cook nyanyiin Amazing Grace, and it was awesome… Kalo menurutku sih Lee Cook cuma belum nemu lagu yang pas… Waktu dia nyanyi Anyway, lumayan kan… Kalo aku bilang sih secara vokal, yang paling lemah tuh Brooke White… Seandainya Lee Cook berani nyanyi njerit2 kayak Underwood… Sayangnya Lee Cook kurang mengeksplor suaranya…
    Kalo bicara tentang “hot”, McPhee mungkin kontestan paling hot sampai sekarang,selain itu vokalnya juga OK, tapi dia kalah sama kakek2… Nah, sekarang apa yang diinginkan Ameika???

  4. Akur Mas Hengki. Intinya, kualitas American Idol 7 pada umumnya emang tersaring baik. Eh, akhirnya Brooke kedepak juga ya….nasib loe brook…see you next time

  5. AI 2008 adalah AI pertama yg gw ikuti perkembangannya, simply karena ada brooke white, brooke white favorit gw, bukan hanya karena kepribadiannya, tapi karena suaranya paling berkarakter diantara yg lainnya. yeah, david cook si pemenang memang suaranya bagus dan juga berkarakter, tapi suara seperti dia banyak yang mirip di band2 rock di luar sana. hanya brooke white yg menurut gw berhasil memberikan sesuatu yg baru. malah gw sempat sedikit menyesal kenapa dia harus ikutan AI, seharusnya dia bisa bikin album sendiri saja secara indie, dan gw yakin pasti bisa sukses. dia mengingatkan gw sama tori amos.

  6. Sebelumnya maaf kalo comment saya telat/…///…
    iya saya setuju sama panda… saya justru paling memfavoritkan White sebagai american idol 2008
    tapi memang harus kita akui kualitas vocal terbaik american idol 2008 di atas angin ada pada wanita berkulit hitam Syesha Mercado…

  7. Wah, aq setuju bgt kalo finalnya David Archuleta vs Brooke White. They’re both amazing. Selain itu, Kalo Brooke White nyanyi, Penuh ekspresi. Jadi kerasa bagus. Suaranya juga gak meragukan,kok.

    P.S. Tp semua org punya pendapat yang berbeda-beda ya…

  8. Brooke white to bukan penyanyi ecek2, suaranya berkarakter, sbelum di AI dia udh bikin album indie “Song from the attic”. stelah gagal di AI dia bikin album “High hope & heartbreak” single nya hold up my heart masuk chart billboard top 100, tau sndiri chart billboard diakui penikmat musik gk kayak chart di indonesia semuanya melayu. trus singlenya Michael johns feat brooke white juga masuk billboard, judulnya life is okay, ost film dokumenter don’t look down. dia juga dipercaya jadi juri miss america 2010, mbuktiin kalo dy berbakat. so jgn under estimate. sayesha sm jason castro malah gk ada kabarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: